Minim Pergerakan, Budaya Organisasi Mahasiswa Kepri Dipertanyakan

Minim Pergerakan, Budaya Organisasi Mahasiswa Kepri Dipertanyakan

(sumber: http://www.terkininews.com) Budaya organisasi perlu dikenalkan kepada mahasiswa untuk meningkatkan efektifitas dan efesiensi kinerja pada suatu organisasi sehingga mahasiswa mampu menjalankan organisasi sesuai dengan tujuan sehingga setelah lulus dari perguruan tinggi mahasiswa sudah siap untuk terjun ke lapangan baik di organisasi pemerintah dan non pemerintah.

Harapan tersebut diseminarkan oleh Himpunan Mahasiswa Administrasi Negara(HIMARA) dengan mendatangkan nara sumber berkompeten seperti Dr. Ir Hj. Nuraida Mokhsen,MA asisten II Pemprov Kepri, Dedi Muliana selaku pimpinan Bank Muamalat cabang Tanjungpinang, Yayat Hidayat pimpinan Bank BTN cabang Tanjungpinang serta dari akademisi Endri Sanopaka S,Sos.MPM. Seminar bertajuk Budaya Organisasi Meningkatkan Efektifitas dan Efesiensi Kinerja dihadiri mahasiswa STISIPOL, ketua STISIPOL Raja Haji serta ketua program studi Ilmu Administrasi Negara(IAN) Diah Siti Utari,SE,M.Si di aula STISIPOL, selasa(6/01).

Seminar tersebut membincangkan budaya organaisasi di bidang perbankan, pemerintahan serta peerguruan tinggi. Yayat Hidayat sebagai salah satu nara sumber memaparkan nilai budaya kerja yang diterapkan Bank Tabungan Negara(BTN) dengan konsep POLA PRIMA singkatan dari pelayanan prima, inovasi, keteladanan, profesional, integritas, serta kemitraan. Konsep tersebut baru dipalikasikan pada tahun 2007.”Nilai budaya kerja BTN menerapkan jargon POLA PRIMA yang disosialisasikan mulai tahun 2007 dan hasilnya berimbas dalam internal karyawan BTN seperti komunikasi antara pimpinan dan staf menjadi lebih dekat, tranparansi penerimaan jabatan sedangkan eksternalnya memberikan pelayanan kepada nasabah BTN secara cepat dan nyaman”, jawab yayat setelah diajukan pertanyaan dari salah satu peserta mahasiswa.

Sementara itu, pertanyaan dari mahasiswa lain ditujukan kepada Nuraida Mokhsen dan pimpinan Bank Muamalat. “saya pernah mendengar bahwasanya dunia pemerintahan adalan lingkaran setan, bagaimana menurut ibu dengan makna tersebut karena ibu sudah lama berkecimpung di dunia pemerintahan, tanya salah satu seorang mahasiswi STISIPOL. Ada juga peserta menanyakan hubungan logo bank dengan budaya organisasi yang diterapkan di bank tersebut. “Bisa bapak jelaskan hubungan logo Bank Muamalat dengan penerapan nilai budaya di lingkungan kerja bapak, tanya Anidar mahasiswa jurusan Ilmu pemerintahan.

Joshua pardede selaku ketua panitia seminar menyatakan bahwa tujuan dari dilaksanakanya kegiatan tersebut untuk menumbuhkan semangat berorganisasi diantara mahasiswa dan menciptakan serta mengembangkan budaya organisasi yang baik.

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Organisasi mahasiswa di Indonesia

Organisasi mahasiswa di Indonesia

Organisasi mahasiswa intrakampus

Organisasi mahasiswa intrakampus adalah organisasi mahasiswa yang memiliki kedudukan resmi di lingkungan perguruan tinggi dan mendapat pendanaan kegiatan kemahasiswaan dari pengelola perguruan tinggi.

Para aktivis organisasi mahasiswa intrakampus pada umumnya juga berasal dari kader-kader organisasi ekstrakampus ataupun aktivis-aktivis independen yang berasal dari berbagai kelompok studi atau kelompok kegiatan lainnya. Saat pemilu mahasiswa untuk memilih pemimpin senat mahasiswa, pertarungan antar organisasi ekstrakampus sangat terasa.

Dewan mahasiswa dan majelis mahasiswa

bersambung…….

 

 

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Arti Sebenarnya Mahasiswa

Arti Sebenarnya Mahasiswa

Sering kita mendengar sebuah istilah kata yang memuat kata Mahasiswa dalam kehidupan sehari-hari, namun sebenarnya apakah kita paham dan tahu makna dan arti sebenarnya dari kata mahasiswa itu sendiri ?, seperti sudah menjadi sebuah legacydari jaman Era Reformasi mahasiswa diidentikan sebagai seorang pembuat onar yang hampir setiap hari muncul dalam media cetak maupun media elektronik, meskipun tidak semua mahasiswa “berperilaku” demikian, banyak juga mahasiswa yang mampu berprestasi dalam bidang akademik dan non akademik, hanya saja intensitas terekspose oleh media yang kurang berimbang dan pencitraan masyarakat lah, yang sebenarnya memberikan sebuah identitas kepada Mahasiswa.
Mahasiswa secara harafiah berasal dari 2 buah kata Maha dan Siswa, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Maha memiliki arti sebuah bentuk terikat 1 sangat; amat; teramat; 2 besar, sedangkan Siswa adalah seorang murid. Sederhananya kita dapat mengartikan mahasiswa adalah seorang murid yang “besar”. Ya benar, Seorang murid yang “besar”, dengan kata besar dalam tanda kutip, yang memiliki banyak arti yang kompleks terkait dengan kata sebelumnya. Dalam perspektif saya mengenai arti kata besar adalah :
1. “Besar” dalam pemikirian, kondisi yang labil, jiwa yang meledak-ledak, emosi yang mudah meluap, merupakan sifat yang lekat dengan seorang mahasiswa, karena dalam orientasinya seorang mahasiswa merupakan seorang pemuda yang dalam proses pencarian jati diri. Dalam fase ini segala bentuk hal baik-buruk tentang kehidupan coba digali untuk membentuk sebuah karakter dari seorang insan manusia yang dewasa. Salah mengartikan hal baik ataupun buruk akan mengakibatkan seorang mahasiswa dapat terjerumus dalam jurang kehidupan.
2. “Besar” dalam bertindak, tanggung jawab yang diemban menjadi seorang agent of change, menuntut seorang mahasiswa agar mampu untuk mencerminkan sebuah sikap sebagai seorang civitas akademika. Mandiri, berbudi pekerti luhur, serta berjiwa sosial merupakan salah satu bentuk perkembangan sikap seorang mahasiswa yang beranjak meninggalkan masa kanak-kanak, karena semakin berambah umur akan semakin besar tanggung jawab yang harus kita pikul.
3. “Besar” dalam bermimpi, bermimpi merupakan sebuah langkah awal untuk mewujudkan cita-cita, lautan mimpi yang begitu luas bebas kita selami, berhenti bermimpi sama halnya kita membunuh diri kita sendiri secara pelan-pelan. Mimpi merupakan sebuah tujuan hidup yang harus kita wujudkan, karena dengan mimpi kita dapat memotivasi diri kita agar dapat mewujudkan mimpi
Mungkin arti kata “besar” dalam perspektif saya yang bisa saya utarakan, semoga dapat mewakili definisi seorang mahasiswa.

MAHASISWA : AGENT OF CHANGE, SOCIAL CONTROL, AND IRON STOCK

Sebagai seorang pembelajar dan bagian masyarakat , maka mahasiswa memiliki peran yang komleks dan menyeluruh sehingga dikelompokkan dalam tiga fungsi : agent of change, social control and iron stock. Dengan fungsi tersebut, tentu saja tidak dapat dipungkiri bagaimana peran besar yang diemban mahasiswa untuk mewujudkan perubahan bangsa. Ide dan pemikiran cerdas seorang mahasiswa mampu merubah paradigma yang berkembang dalam suatu kelompok dan menjadikannya terarah sesuai kepentingan bersama. Sikap kritis mahasiswa sering membuat sebuah perubahan besar dan membuat para pemimpin yang tidak berkompeten menjadi gerah dan cemas. Dan satu hal yang menjadi kebanggaan mahasiswa mahasiswa adalah semangat membara untuk melakukan sebuah perubahan.

Sebagai agen perubahan, mahasiswa bertindak bukan ibarat pahlawan yang datang ke sebuah negri lalu dengan gagahnya sang pahlawan mengusir penjahat-penjahat yang merajalela dan dengan gagah pula sang pahlawan pergi dari daerah tersebut diiringi tepuk tangan penduduk setempat.

Mahasiswa bukan hanya sekedar agen perubahan seperti pahlawan tersebut, mahasiswa sepantasnya menjadi agen pemberdayaan setelah peubahan yang berperan dalam pembangunan fisik dan non fisik sebuah bangsa yang kemudian ditunjang dengan fungsi mahasiswa selanjutnya yaitu social control, kontrol budaya, kontrol masyarakat, dan kontrol individu sehingga menutup celah-celah adanya kezaliman. Mahasiswa bukan sebagai pengamat dalam peran ini, namun mahasiswa juga dituntut sebagai pelaku dalam masyarakat, karena tidak bisa dipungkiri bahwa mahasiswa merupakan bagian masyarakat.

Idealnya, mahasiswa menjadi panutan dalam masyarakat, berlandaskan dengan pengetahuannya, dengan tingkat pendidikannya, norma-norma yang berlaku disekitarnya, dan pola berfikirnya. Namun, kenyataan dilapangan berbeda dari yang diharapkan, mahasiswa cenderung hanya mndalami ilmu-ilmu teori di bangku perkuliahan dan sedikit sekali diantaranya yang berkontak dengan masyarakat, walaupun ada sebagian mahasiswa yang mulai melakukan pendekatan dengan masyarakat melalui program-program pengabdian masyarakat.

Mahasiswa yang acuh terhadap masyarakat mengalami kerugian yang besar jika ditinjau dari segi hubungan keharmonisan dan penerapan ilmu. Dari segi keharmonisan, mahasiswa tersebut sudah menutup diri dari lingkungan sekitarnya sehingga muncul sikap apatis dan hilangnya silaturrahim seiring hilangnya harapan masyarakat kepada mahasiswa. Dari segi penerapan ilmu, mahasiswa ynag acuh akan menyianyiakan ilmu yang didapat di perguruan tinggi, mahasiswa terhenti dalam pergerakan dan menjadi sangat kurang kuantitas sumbangsih ilmu pada masyarakat.

Lalu jika mahasiswa acuh dan tidak peduli dengan lingkungan, maka harapan seperti apa yang pantas disematkan pada pundak mahasiswa. Mahasiswa sebagai iron stock berarti mahasiswa seorang calon pemimpin bangsa masa depan, menggantikan generasi yang telah ada dan melanjutkan tongkat estafet pembangunan dan perubahan. Untuk menjadi iron stock, tidak cukup mahasiswa hanya memupuk diri dengan ilmu spesifik saja. Perlu adanya soft skill lain yang harus dimiliki mahasiswa seperti kepemimpinan, kemampuan memposisiskan diri, interaksi lintas generasi dan sensitivitas yang tinggi. Pertanyaannya, sebagai seorang mahasiswa, apakah kita sudah memiliki itu semua ??

Maka komplekslah perah mahasiswa itu sebagai pembelajar sekaligus pemberdaya yang ditopang dalam tiga peran : agent of change, social control, and iron stock. Hingga suatu saat nanti, bangsa ini akan menyadari bahwa mahasiswa adalah generasi yang ditunggu-tunggu bangsa ini..

Kitalah generasi itu..

Jaya mahasiswa….!!

 

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Rahasia Tidur

Rahasia Tidur

“Dialah yang menjadikan untukmu malam (sebagai) pakaian, dan tidur untuk istirahat, dan Dia menjadikan siang untuk bangun berusaha” (QS. Al-Furqan 25:47)

Hakikatnya tidur merupakan anugerah Allah SWT. Manusia menghabiskan sepertiga dari hidupnya untuk tidur. Tidur merupakan kebutuhan utama untuk menunjang aktifitas dan kegiatan kita sehari-hari. Setelah seharian kita mencurahkan energi dan stamina untuk beraktifitas, tubuh kita tentu membutuhkan rileksasi dan istirahat untuk memulihkan kembali energi dan stamina untuk hari selanjutnya. Meskipun tidur memegang peranan penting, tak jarang diantara kita memiliki masalah dengan frekuensi untuk tidur yang baik. Tidak ada ketetapan waktu yang dibutuhkan oleh setiap orang untuk tidur, karena masing-masing orang berbeda bergantung dari berbagai factor seperti genetik, usia, dan aktifitas yang dilakukannya. Rata-rata waktu tidur orang dewasa bervariasi antara 6 – 8 jam.

Pada kenyataannya, orang yang memiliki kebiasaan tidur larut malam cenderung mengalami kesulitan untuk bangun di pagi hari. Hal tersebut terjadi karena adanya gangguan pada tubuh yang biasanya disebut dengan ritme sikardian. Ritme sikardian adalah fluktuasi periodic yang teratur dalam system biologis kita dengan lama periode (dari puncak menuju puncak) 24 jam. Ritme ini menunjukkan proses adaptasi makhluk hidup terhadap perubahaan yang terjadi karena bumi berputar pada porosnya dan dikendalikan oleh jam biologis yang terletak dalam sebuah bagian kecil di hipotalamus yang berupa kumpulan sel yang berbentuk seperti tetesan air. Nah, ritme sikardian inilah yang berperan penting dalam menentukan pola tidur dan pola makan kita.

Aktivitas tidur pada manusia dipengaruhi oleh hormon melatonin dimana hormon tersebut akan bekerja maksimal pada waktu malam dan bekerja minimal di siang hari. Hormon inilah yang mengatur ritme sikardian. Akan tetapi, ada beberapa faktor lain yang secara aktif mempengaruhi tidur seseorang, yaitu pengaruh sinar pada retina mata yang dianggap paling ampuh memperngaruhi ritme sikardian pada manusia.

Tidur ala Rasulullah

Rasulullah sangat menganjurkan kita untuk tidak tidur setelah selesai shalat subuh karena disaat tersebut merupakan waktu dimana Allah melimpahkan rahmat-Nya ke muka bumi. Rasulullah memanfaatkan waktu setelah shalat subuh dengan membaca Al-Qur’an sembari mengingat sang pencipta, karena disaat itulah pikiran kita berada pada puncak konsentrasi dan bebas dari pikiran-pikiran yang bersifat duniawi. Setelah fajar, rasulullah menyempatkan dirinya untuk berbincang-bincang dan bertukar pikiran dengan sahabat-sahabatnya yang berjamaah dibelakangnya.

Dalam buku kumpulan Risalah an-Nur, Badiuzzaman Said Nursi menjelaskan tiga jenis tidur yang dilakukan di siang hari:

1. 1. Ghaylula; yaitu tidur diwaktu sebelum subuh sampai empat puluh menit sampai matahari terbit (03.00 – 7.30 WIB). Diwaktu ini merupakan waktu yang kepepet (baca ‘dicela’) untuk melaksanakan shalat subuh walaupun masih sah. Tidur diwaktu tersebut sangat bertentangan dengan rasulullah, karena menurut hadits hal tersebut dapat berpengaruh pada menurunnya usaha, mata pencaharian dan penghidupan seseorang sehingga menjadi kurang berkah. Seharusnya di waktu tersebut menjadi saat yang tepat untuk mempersiapkan diri dalam menjalani rutinitas sehari-hari.

2. 2. Faylula; Yaitu tidur diantara waktu shalat Asar dan matahari tenggelam (16.00 – 18.30 WIB). Tidur diwaktu ini akan menyebabkan penyusutan hidup, yaitu membuat hidup menjadi lebih singkat dan membuat kita menjadi lesu dan mengantuk setelah terbangun. Seharusnya di waktu tersebut kita dapat merefleksikan pencapaian kita sepanjang hari tersebut. Melewatinya dengan tidur hanya akan membuat hidup menjadi tidak hidup.

 

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

artikel

manfaat pisang bagi kesehatan dan kecantikan

dalah tanaman buah berupa herba yang berasal dari kawasan Asia Tenggara (termasuk Indonesia), Afrika (Madagaskar), Amerika Selatan dan Tengah. Rasanya yang manis membuat banyak yang senang mengonsumsi buah ini, bahkan monyet pun penggemar buah ini.

Beragam jenis pisang yang ada di pasaran, ada pisang ambon, raja, kepok, pisang susu, dll-nya. Buah berwarna kuning ini termasuk multimanfaat. Dari buah, daun, kulit, dan batangnya pun dapat digunakan. Misalnya, batang pisang dapat diolah menjadi serat untuk pakaian, kertas, dsb. Sedangkan batang pisang yang telah dipotong kecil dan daun pisang dapat dijadikan makanan ternak ruminansia (domba, kambing) pada saat musim kemarau di mana rumput tidak/kurang tersedia. Kulit pisang pun dapat dimanfaatkan untuk membuat cuka melalui proses fermentasi alkohol dan asam cuka. Sedangkan daun pisang dipakai sebagai pembungkus berbagai macam makanan tradisional Indonesia.

Tahukah Anda kalau pisang bermanfaat bagi kesehatan tubuh? Menurut para ahli gizi, pisang mengandung banyak gizi, antar lain kalsium, lemak, kalium mineral, vitamin, karbohidrat, protein. Dari kandungan inilah maka pisang dapat memberikan manfaat bagi kesehatan dan kecantikan.

Manfaat pisang bagi kesehatan

Jika Anda rajin mengkonsumsi pisang, menjadikan pisang sebagai cemilan sehari hari maka Anda akan mendapatkan manfaat buah pisang yang sangat banyak:

  • Manfaat pisang untuk ibu hamil

Asam folat merupakan zat yang sangat dibutuhkan oleh janin untuk perkembangannya di dalam rahim. Pisang mengandung asam folat sehingga sangat bagus dikonsumsi untuk ibu hamil. Karena pisang juga mengandung kalori yang cukup tinggi jadi berhati hatilah jangan sampai terlalu banyak mengkonsumsi pisang agar manfaat pisang yang didapatkan oleh ibu hamil akan maksimal. satu butir pisang bisa mempunyai kalori 80-100 kalori.

  • Manfaat pisang bagi penderita Hipertensi

Penderita hipertensi dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan rendah garam. Kandungan garam yang rendah dan adanya kandungan kalium yang tinggi pada pisang menjadikan pisang buah yang cocok dikonsumsi untuk penderita hipertensi.

Kandungan rata rata kalium untuk satu butir pisang adalah 500mg. Jumlah ini mampu menurunkan tekanan darah dan juga bisa menjaga keseimbangan cairan didalam tubuh

Hasil penelitian dari Journal of the American College of Cardiology menyimpulkan bahwa asupan kalium harian sebesar 1600mg (setengah dari jumlah yang dianjurkan untuk konsumsi harian yang berjumlah 3500mg) bisa menurunkan risiko stroke lebih dari seperlima.

Ilmuwan dari universitas Warwick dan naples mengatakan bahwa saat ini jumlah asupan kalium harian di banyak negara masih dibawah jumlah yang disarankan. Terlalu sedikit asupan kalium akan mengakibatkan gejala gejala mual,denyut jantung tidak teratur, diare serta cepat marah.

Jika Anda penderita hipertensi cobalah menjadikan pisang sebagai salah satu buah buahan pilihan .

  • Manfaat bagi penderita penyakit perut dan saluran pencernaan

Asam lambung yang tinggi dapat dinetralkan jika Anda mengkonsumsi pisang yang dicampur dengan susu cair. Hidangkan segelas susu cair yang dicampur pisang untuk menetralkan asam lambung.

  • Manfaat pisang bagi luka bakar

Manfaat pisang tidak hanya dari buahnya saja, namun manfaat daun pisang bisa untuk mengobati luka bakar. Abu daun pisang yang dicampur dengan minyak kelapa mempunyai efek mendinginkan kulit serta meringankan luka bakar jika dioleskan pada daerah yang terbakar tersebut.

  • Manfaat pisang bagi penderita Anemia

Manfaat pisang bagi penderita anemia adalah pisang bisa merangsang produksi hemoglobin sehingga hal ini akan mengatasi anemia.

  • Pisang dapat meningkatkan konsentrasi

Kandungan kalsium yang juga tinggi di dalam pisang membantu meningkatkan kemampuan berkonsentrasi serta lebih waspada. Manfaat pisang ini menjadikan pisang akan meningkatkan kemampuan belajar siswa sekolah. pingin mencobanya?, Anda dapat tawarkan pisang pada anak Anda yang masih bersekolah.

  • Manfaat pisang bagi penderita depresi

Setelah memakan pisang para penderita depresi merasa lebih baik. Setelah diteliti hal ini karena pisang mengandung protein tryptophan, protein ini kemudian akan diubah menjadi serotonin yang akan memperbaiki mood, menjadi lebih rileks dan membuat bahagia.

  • Sebagai obat mabuk

 Untuk mengatasi rasa mual pada perut karena mabuk, milkshake pisang dicampur dengan madu. Manfaat pisang disini untuk menenangkan perut yang mual, dan madu untuk meningkatkan kadar gula darah..

  • Membantu pecandu yang sedang berusaha untuk menghentikan kebiasaan merokok.

Kandungan Vitamin, magnesium dan kalium yang terdapat dalam pisang, membantu tubuh dalam proses penyembuhan dari efek nikotin.

  • Mengatasi sembelit atau susah buang air besar

Kadar serat yang tinggi dalam buah pisang akan membantu menormalkan kerja sistem percernaan dalam tubuh. Ini akan bermanfaat untuk mengatasi sembelit tanpa harus memakai obat pelancar sembelit.

  • Mengontrol Temperatur

Di beberapa negara, pisang dipandang sebagai makanan pendingin yang dapat menurunkan temperatur fisik dan emosional ibu hamil. Di Thailand contohnya, ibu hamil mengkonsumsi pisang untuk memastikan bayi lahir dengan temperatur sejuk.

  • Meningkatkan Kekuatan Otak

Di sebuah sekolah Inggris, 200 pelajar mampu menyelesaikan ujian akhir hanya dengan sarapan pisang. Mereka juga kerap mengkonsumsi pisang saat jam istirahat serta makan siang, sebab pisang mampu meningkatkan kekuatan otak.

Manfaat pisang untuk kecantikan :

  • Menghilangkan jerawat

Bubur buah pisang dicampur madu dengan sedikit susu dapat dipakai untuk menghilangkan jerawat. Cara pemakaian Ramuan bubur tersebut adalah dioleskan pada wajah selama 30-40 menit. Setelah selesai bilaslah dengan air hangat kemudian bilaslah dengan air dingin, lakukan cara ini secara konsisten selama 2 minggu dan lihatlah hasilnya.

  • Sebagai masker wajah
  • Mengatasi rambut rusak
  • Menghaluskan tangan
  • Membantu kulit wajah menjadi lebih bersih dan tidak berminyak
  • Menurunkan atau menaikkan berat badan

Sebuah penelitian telah membuktikan, bahwa seseorang mampu menurunkan berat badannya dengan berdiet pisang. Bila ingin menghilangkan berat badan, caranya gampang. Setiap hari konsumsilah empat buah pisang dan empat gelas susu non fat atau susu cair dalam sehari. Lakukan selama tiga hari dalam seminggu.

Dari pisang dan susu tersebut, Anda mendapatkan 1,250 kalori. Menu ini cukup menyehatkan bagi tubuh Anda. Sedangkan yang ingin menambah bobot tubuh, konsumsilah satu gelas banana shake yang dicampur madu, kacang dan mangga, sesudah makan. Menu ini bila dikonsumsi setiap hari, akan membantu menaikkan berat badan.

 (Dari beberapa sumber)

 

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

pemandangan

pemandangan

Gambar | Posted on by | Meninggalkan komentar

Perang Badar se…

Perang Badar sebagai Hari Pembeda

            perang Badar merupakan pembeda antara dua periode sejarah manusia. Pasalnya, manusia secara keseluruhan sebelum diberlakukannya peraturan Islam sama sekali berbeda dengan manusia setelah diterapkannya peraturan Islam.

Pandangan hidup baru yang bersumber dari sistem ini, sistem yang bersumber dari pandangan hidup ini, masyarakat yang mencerminkan kelahiran baru bagi manusia, serta tata nilai yang menjadi landasan berpijaknya kehidupan dan sistem sosial serta perundang-undangannya; bukan hanya untuk kaum muslimin saja, sejak Perang Badar dan dikukuhkannya keberadaan masyarakat baru. Tetapi, sedikit demi sedikit, menjadi milik semua manusia, yang terpengaruh olehnya, baik di negara Islam maupun di luar negara Islam, baik yang membenarkan Islam maupun yang memusuhinya.

Tentara Salib yang pergi dari negara-negara Barat untuk memerangi Islam dan mengeksekusinya, sangat terpengaruh oleh tata kehidupan sosial Islam yang hendak mereka hancurkan itu. Mereka kembali ke negara mereka untuk meruntuhkan tatanan domestik yang berlaku pada mereka, setelah mereka menyaksikan sistem sosial Islami.

Pasukan Tartar yang berangkat dari negeri Timur (Mongolia) untuk memerangi Islam dan mengeksekusinya, pada akhirnya terpangaruh oleh akidah Islam karena terkesan oleh kondisi kaum Yahudi dan Salib yang menjadi warga negara Islam.

Lalu, mereka mengembangkannya di kawasan yang baru. Atas landasan akidah ini, mereka tegakkan khilafah sejak abad lima belas hingga abad dua puluh di jantung Eropa.

Bagaimana pun, sejarah manusia secara keseluruhan –sejak perang Badar- terpengaruh oleh furqaan atau pembeda antar berbagai hal di negeri Islam ini atau di negeri-negeri yang menentang Islam.

Perang Badar juga membedakan antara dua pola pandang terhadap unsur-unsur kemenangan dan unsur-unsur kekalahan. Maka, secara lahiriah tampak unsur-unsur kemenangan itu pada barisan musyrikin, dan unsur-unsur kekalahan pada barisan mukminin. Sehingga, orang-orang munafik dan orang-orang yang hatinya berpenyakit mengatakan, “Orang-orang mukmin itu telah diperdayakan oleh agamanya.”

Allah hendak memberlakukan perang itu seperti ini –peperangan pertama antara kaum musyrikin yang mayoritas dan kaum mukminin yang minoritas- untuk menjadi furqaan ‘pembeda’ antara dua pandangan yang berbeda terhadap sebab-sebab kemenangan dan sebab-sebab kekalahan.

Juga, supaya akidah yang kuat itu dapat mengalahkan pasukan yang banyak jumlahnya serta lengkap perbekalan dan persiapannya. Sehingga, tampak jelaslah bagi manusia bahwa kemenangan itu adalah untuk akidah yang bagus dan kuat, bukan semata-mata senjata dan persiapan.

Juga tampak jelas, bahwa para pemeluk akidah yang benar harus berjuang dan berperang melawan kebatilan tanpa harus menunggu memiliki persiapan lahiriyah yang seimbang. Karena, mereka (kaum mukminin) memiliki kekuatan lain yang berbobot. Ini bukan hanya isapan jempol, tetapi merupakan realitas.

Dan terakhir, Perang Badar merupakan garis pembeda antara kebenaran dan kebatilan dengan indikasi lain. Hal ini sebagaimana yang diisyaratkan Allah di dalam firman-Nya pada awal-awal surah.

وَإِذْ يَعِدُكُمُ اللّهُ إِحْدَى الطَّائِفَتِيْنِ أَنَّهَا لَكُمْ وَتَوَدُّونَ أَنَّ غَيْرَ ذَاتِ الشَّوْكَةِ تَكُونُ لَكُمْ وَيُرِيدُ اللّهُ أَن يُحِقَّ الحَقَّ بِكَلِمَاتِهِ وَيَقْطَعَ دَابِرَ الْكَافِرِينَ ﴿٧﴾

لِيُحِقَّ الْحَقَّ وَيُبْطِلَ الْبَاطِلَ وَلَوْ كَرِهَ الْمُجْرِمُونَ ﴿٨﴾

“Dan (ingatlah), ketika Allah menjanjikan kepadamu bahwa salah satu dari dua golongan (yang kamu hadapi) adalah untukmu, sedang kamu menginginkan bahwa yang tidak mempunyai kekuatan senjatalah yang untukmu, dan Allah menghendaki untuk membenarkan yang benar dengan ayat-ayat-Nya dan memusnahkan orang-orang kafir. Agar Allah menetapkan yang hak (Islam) dan membatalkan yang batil (syirik) walaupun orang-orang yang berdosa (musyrik) itu tidak menyukainya. (QS. Al-Anfaal: 7-8)

Pada mulanya, kaum muslimin keluar medan peperangan adalah dengan maksud untuk menghadapi kafilah Abu Sufyan dan merampas hartanya. Kemudian Allah menghendaki sesuatu yang tidak sama dengan apa yang mereka kehendaki.

Allah menghendaki agar kafilah Abu Sufyan yang tidak bersenjata itu lepas. Lalu, mereka berhadapan dengan pasukan Abu Jahal yang bersenjata, dan supaya menjadi pertempuran, ada yang terbunuh dan ada yang tertawan. Jadi, bukan urusan kafilah, harta rampasan, dan perjalanan yang menyenangkan.

Allah berfirman kepada mereka mengenai kehendak-Nya ini,

“Agar Allah menetapkan yang hak (Islam) dan membatalkan yang batil (syirik)….”

Ini merupakan isyarat untuk menetapkan suatu hakikat yang besar. Yaitu, bahwa kebenaran tidak akan eksis dan kebatilan tidak akan lenyap di dalam masyarakat manusia, hanya karena semata-mata penjelasan ‘teoritis’ tentang kebenaran dan kebatilan.

Juga, bukan semata-mata itikad ‘teoritis’ bahwa ini benar dan itu salah. Sesungguhnya kebenaran tidak akan mantap dan eksis di dalam realitas kehidupan manusia, dan kebatilan pun tidak akan batal dan sirna dari dunia manusia, kecuali dengan dikalahkan dan dihancurkannya kekuatan kebatilan oleh kekuatan kebenaran.

Hal ini tidak akan terjadi kecuali jika pasukan kebenaran dapat mengalahkan pasukan kebatilan. Maka, agama Islam ini adalah manhaj haraki (pergerakan) yang realistis, bukan sekadar teori untuk diketahui dan diperdebatkan, atau semata-mata kepercayaan yang bersifat pasif.

Secara riil, kebenaran telah mantap dan kebatilan telah batal. Kemenangan riil ini merupakan furqaan atau garis pembeda yang riil antara kebenaran dan kebatilan menurut istilah yang diungkapkan Allah di dalam memaparkan penjelasan tentang kehendak-Nya di balik peperangan ini.

Juga, di balik dikeluarkannya Rasulullah dari rumahnya dengan benar, dan di balik larinya kafilah yang tidak bersenjata, serta bertemunya mereka dengan pasukan yang bersenjata.

Semua ini merupakan furqaan ‘pembeda’ di dalam manhaj agama Islam, yang dengannya tampak jelas tabiat manhaj ini dan hakikatnya di dalam perasaan kaum muslimin sendiri. Ini juga merupakan furqaan yang dapat kita lihat dengan jelas sekarang, ketika kita melihat telah lunturnya pemahaman kaum muslimin terhadap agama ini, meskipun mereka menyebut dirinya muslim.Bahkan, kelunturan ini pun sampai menimpa sebagian orang yang menyeru manusia kepada agama ini.

Demikianlah hari Perang Badar sebagai Hari Furqaan, hari bertemunya dua pasukan, dengan segenap kandungan petunjuknya yang beraneka ragam, lengkap, dan mendalam.

“…Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.”

Apa yang terjadi pada hari itu merupakan contoh dari kekuasaan-Nya terhadap segala sesuatu. Contoh yang tak dapat dibantah dan diperdebatkan. Contoh tentang realitas yang tersaksikan, yang tidak ada jalan untuk menafsirkannya kecuali dengan kodrat Allah, dan bahwa Allah Maha kuasa atas segala sesuatu.

Selanjutnya, kita berhenti lagi sejenak di depan penyifatan Allah terhadap hari Perang Badar sebagai Yaumal Furqaan atau hari pembeda di dalam firman-Nya.

إِن كُنتُمْ آمَنتُمْ بِاللّهِ وَمَا أَنزَلْنَا عَلَى عَبْدِنَا يَوْمَ الْفُرْقَانِ يَوْمَ الْتَقَى الْجَمْعَانِ

“…Jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) di hari Furqaan, yaitu di hari bertemunya dua pasukan…” (QS. Al-Anfaal: 41)

Perang Badar -yang dimulai dan diakhiri dengan perencanaan Allah, pengarahan-Nya, pimpinan-Nya, dan bantuan-Nya- adalah furqaan. Yakni, pembeda antara yang hak dan yang batil, sebagaimana dikatakan oleh para ahli tafsir.

Furqaan itu sendiri memiliki makna yang jauh lebih lengkap, lebih luas, lebih lembut, dan lebih dalam.

Ia adalah pembeda antara yang hak dan yang batil. Akan tetapi, kebenaran itu adalah kebenaran orisinil yang menjadi landasan tegaknya langit dan bumi. Juga menjadi landasan tegaknya fitrah segala sesuatu dan semua makhluk hidup.

Kebenaran yang tercermin dalam keesaan Allah dalam uluhiyyah, kekuasaan, mengatur, dan menentukan. Juga dalam ubudiah seluruh semesta (langit dan bumi, benda-benda, dan seluruh makhluk hidup) kepada uluhiyyah yang esa, kepada kekuasaan yang satu, kepada pengaturan dan penentuan yang tiada yang mempersoalkannya dan tiada yang bersekutu dengannya.

Hal itu dibedakan dengan kebatilan yang penuh kepalsuan dan kebohongan, yang merata di muka bumi pada waktu itu, dan menutup kebenaran yang mendasar. Pada waktu itu thaghut-thaghut bercokol di muka bumi dan mengatur kehidupan hamba-hamba Allah dengan sekehendak mereka. Juga mengaturnya dengan hawa nafsu yang mengendalikan urusan kehidupan dan makhluk hidup.

Maka, inilah pembeda yang besar dan sempurna pada hari Perang Badar. Pembeda yang membedakan antara kebenaran yang besar dan kebatilan yang melampaui batas. Lalu, memberi garis batas di antara keduanya sehingga tidak dapat bercampur.

Peristiwa Perang Badar merupakan pembeda antara yang hak dan yang batil, dengan petunjuknya yang komplit, luas, halus, dan dalam. Juga dengan jangkauannya yang amat jauh dan rentang waktunya yang amat panjang.

Ia membedakan antara kebenaran dan kebatilan di dalam lubuk hati yang sangat dalam. Juga membedakan antara tauhid yang murni dan mutlak beserta segala cabangnya dalam hati dan perasaan -pada akhlak dan perilaku, pada ibadah dan ubudiyah- dengan kemusyrikan dalam segala bentuknya yang meliputi ubudiyah hati kepada selain Allah. Yaitu, kepada sesama manusia, hawa nafsu, tata nilai, peraturan, tradisi, dan kebiasaan-kebiasaan.

Perang Badar merupakan pembeda antara kebenaran dan kebatilan ini dalam kenyataan. Membedakan antara ubudiyah kepada manusia dan hawa nafsu, norma dan tata nilai, peraturan dan undang-undang, tradisi dan kebiasaan dengan sikap mengembalikan semuanya kepada Allah Yang Maha Esa, yang tidak ada Tuhan selain Dia, tidak ada Yang Maha Kuasa selain Dia, Tidak ada yang menciptakan hukum selain Dia, dan tidak ada yang berhak membuat syariat selain Dia.

Maka, kepala pun menjadi tegak, tidak menunduk kepada selain Allah. Kepala semua manusia menjadi sama rata, tidak tunduk kecuali kepada kedaulatan Allah dan syariat-Nya. Merdekalah sisi kemanusiaannya yang selama ini diperbudak oleh thaghut.

Perang Badar merupakan pembeda antara dua fase sejarah pergerakan Islam. Yakni, fase kesabaran, ketabahan, penghimpunan, dan penantian, dan fase kekuatan, pergerakan, bergerak cepat, dan kegairahan.

Islam dengan identitasnya sebagai pandangan hidup baru, manhaj baru terhadap eksistensi manusia, sistem baru bermasyarakat, dan bentuk baru pemeritahan, dengan sifatnya sebagai pernyataan umum kebebasan dan kemerdekaan manusia di muka bumi, dengan menetapkan uluhiyyah Allah Yang Maha Esa dan kedaulatan-Nya, dan menolak thaghut-thaghut yang merampas uluhiyyah dan kedaulatan Allah; sudah tentu harus kuat, bergerak, dan bergairah. Karena, ia tidak bisa bersembunyi saja sambil menantikan perputaran dan perjalanan waktu.

Islam tidak hanya sebagai semata-mata akidah di dalam hati pemeluknya, yang tercermin di dalam simbol-simbol ta’abbudiyah kepada Allah, dan di dalam hati pemeluknya, yang tercermin di dalam simbol-simbol ta’abbudiyah kepada Allah, dan di dalam akhlak perilaku di antara sesama mereka.

Ia harus bergairah dan bergerak untuk merealisasikan pandangan baru, manhaj (sistem) baru, daulat baru, dan masyarakat baru di dalam realitas kehidupan. Ia harus menyingkirkan semua rintangan yang menghambatnya dan menghalangi penerapannya di dalam kehidupan riil kaum muslimin. Kemudian di dalam kehidupan manusia secara keseluruhan. Islam datang dari sisi Allah memang untuk diterapkan di dalam kenyataan. (bersambung)

 

Sampingan | Posted on by | Meninggalkan komentar